Install dan konfigurasi Arpon sebagai anti netcut linux

Teknik arp spoofing dan arp poison seperti netcut misalnya sukses dikenal di mata user windows cukup klak-klik pada ip address mana yang akan di cut lalu dapat masalahlah si user lainnya yang mempunyai ip tersebut dalam 1 jaringan.

Jika anda mencari tools khusus antinetcut untuk Linux pilihan paling mudah adalah dengan Arpon, info lengkap soal Arpon silahkan kunjungi homepage-nya. Berikut cara install arpon pada Linux Ubuntu 9.10 Server :

  • apt-get install arpon
  • Edit file konfigurasi arpon di /etc/default/arpon :
    nano /etc/default/arpon
    Cari dan ubah pada tulisan teks "no" menjadi "yes" dan hilangkan symbol # pada teks di depan DAEMON seperti di bawah :
    #For SARPI uncomment following line
    DAEMON_OPTS="-d-f /var/log/arpon.log-g -s"

    Save dengan Ctrl+O dan keluar dari editor nano Ctrl+X
  • Jalankan arpon :
    /etc/init.d/arpon start


Silahkan di test dengan netcut dari komputer lainnya yang berada dalam 1 jaringan.

Selamat mencoba.
Selengkapnya - Install dan konfigurasi Arpon sebagai anti netcut linux

Solusi Windows7 crash setelah menjalankan Windows Loader

Sistem operasi laptop keluaran terbaru default Os-nya Windows7 sesampainya di user. Beruntunglah jika Os Windows laptop anda genuine karena dapat mengikuti update dari microsoft sebagai langkah pengamanan dan meminimalisir dari terjadinya crash/rusak. Namun bagaimana jika harus menginstall ulangnya dengan windows 7 bajakan serta tidak ingin trial dan dari kebanyakan kasus pada keluaran laptop terbaru setiap kita mau meng-crack aktivasinya dengan Windows Loader justru yang ada malah sistem tidak mau booting lagi atau blinking.

Dalam hal Windows 7 blinking ataupun tidak bisa booting atau crash penyebabnya bukan karena versi Windows Loader-nya yang tidak pas namun lebih kepada key register hardware dan system operasilah yang tidak cocok penyebabnya.

Solusi Windows7 Crash, Blinking, atau tidak bisa booting setelah menjalankan Windows Loader ialah dengan cara meng-kill proses aktivasinya, step-stepnya cukup mudah sama seperti menjalankan Windows Loader tinggal klak-klik lalu tunggu di minta restart. Untuk tool-nya sendiri silahkan download pada ending posting ini.

Cara kill aktivasi Windows7 ini tidak mempengaruhi pada saat sistem di update online atau install software seperti Microsoft Security Essencials yang memvalidasi os terlebih dahulu karena proses validasinya akan di bypass.

Silahkan dicoba bagi kalian yang kesulitan mengaktivasi windows7 dan saya harap ini bersifat sementara untuk ke depannya membeli lisensi Windows7 yang asli.

Cat : ada baiknya mendisable anti virus sebelum kalian menjalankannya.


DOWNLOAD WAT
Selengkapnya - Solusi Windows7 crash setelah menjalankan Windows Loader

Memonitor aktifitas jaringan lokal ke luar

Istilah snifing biasanya dekat dengan hack/crack di Internet. Pada dasarnya tools snifing paket data diperuntukan untuk administrator jaringan sebagai alat bantu dalam memenage sebuah jaringan atau server. Jika di windows tool-tool kategori snifing ini akrab salah satunya ialah netcut, namun penggunaan netcut sendiri sekarang ini banyak di salah gunakan.

Kembali ke awal sesuai judul yaitu memonitor semua paket dengan iptraf di Linux Ubuntu Server. Jika pertanyaan kalian 'bagaimana kita mengklafikasikan ip lokal atau ip internasional' maka jawabannya ialah 'install iptraf di linux server' sehingga dengan demikian kita mudah memonitor aktifitas trafik lokal kita dengan internet seperti ip,port,protokol yang sedang di akses. Salah satu contoh di saya pada htb yang berfungsi memisahkan akses ke ip server-server game dan situs lokal serta situs internasional di dalam suatu kasus akses pointblank trafiknya selalu masuk ke kelas situs lokal di htb-nya, mau di editpun kumpulan ip bgp nya kita tidak tahu. Jadi untuk mengetahui IP Berapa yang digunakan pointblank maka saya monitor aktifitas lokal kita yang sedang main pointblank. Saya kira ini mudah dimengerti bukan bagi para newbie admin seperti kalian dan saya.
Selengkapnya - Memonitor aktifitas jaringan lokal ke luar

Uraian mekanisme permission file di linux

Sudah banyak penjelasan lengkap soal level permission suatu file pada linux di web, namun saya repost lagi karena inilah versi pemahaman saya dan saya uraikan lagi mekanismenya. Berhubung kurang begitu bisa ngerangkai kata, maka langsung saja

Urutan default permissions linux ialah :
owner-group-user

Opsinya sendiri ialah :
  • r atau 4 = read
  • w atau 2 = write
  • x atau 1 = eksekusi


Contoh :
chmod 755 /home/rahasia.txt

Nilai 755 diatas jika di uraikan ialah :
  • 7 = 4+2+1, urutannya sendiri jelas itu adalah menandakan owner karena pada posisi awal.
  • 5 = 4+1, dimana 4 adalah read dan 1 adalah eksekusi serta menujukan kepada group (opsi persiapan jika menerapkan group account sistem)
  • 5 = 4+1, sama seperti di atas, namun di tujukan pada akun user sistem.




Selengkapnya - Uraian mekanisme permission file di linux

Lagi, cara save iptables di ubuntu

Jika pada artikel sebelumnya sudah dibahas cara save iptables di Ubuntu maka dalam kasus kali ini kita bahas lagi cara lainya untuk men-save iptables supaya tidak hilang saat booting atau restart. Cara kali ini kita hanya membuat suatu script untuk rule-rule tiap aturan iptables di simpan (misal di /etc/iptables) lalu membuat file bash untuk nantinya rules iptables ikut serta saat startup ataupun restart, o iyah prakteknya saya menggunakan ubuntu 10.04 (lucid).
  • Buat file untuk iptables di simpan : nano /etc/iptables.conf biarkan kosong dulu, simpan lalu keluar
  • Masukan aturan iptables di tiap chain, default chain pada iptables ialah INPUT, FORWARD, OUTPUT. Disini saya tidak mencontohkan akan memasukan rules iptables di chain default namun saya akan memasukan rules iptables ke chain versi saya yah yaitu "dibolehkan" dan "dilarang", namun prinsipnya sama saja kok jika di kalian memasukan rule nya di chain default juga. Lanjut, berikut ini dibuat dulu nama chain nya :
    #iptables -N dibolehkan
    #iptables -N dilarang

  • Masukan rules iptables sesuai ingin kalian, misal saya akan mengijinkan ssh dan melarang http :
    iptables -A dibolehkan -i eth0 -p tcp -m tcp --dport 22 -j ACCEPT
    iptables -A dilarang -i eth0 -p tcp --dport 80 -j DROP

  • buat file bash, di saya bash di letakan di /etc/init.d/iptables :
    nano /etc/init.d/init.d

    lalu isikan sebagai berikut :
    #! /bin/sh
    iptables-restore < /etc/iptables.conf


    lalu ubah moderasinya :
    chmod +x /etc/init.d/iptables


  • Jadi misal mau save iptables, maka :
    iptables-save > /etc/iptables.conf

Berikut ini list iptables saya dari langkah di atas
root@ncuptea:/home/ute# iptables -L
Chain INPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination

Chain FORWARD (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination

Chain dibolehkan (0 references)
target prot opt source destination
ACCEPT tcp -- anywhere anywhere tcp dpt:ssh

Chain dilarang (0 references)
target prot opt source destination
DROP tcp -- anywhere anywhere tcp dpt:www

Selamat mencoba
Selengkapnya - Lagi, cara save iptables di ubuntu

Anti Netcut, dll di linux server (Arp Spoofing)

Sebelum melangkah ke step by step dan konfigurasi membuat gateway/server linux kebal terhadap ARP Spoofing dan ARP Poisoning kita pahami dulu saja pengertian, maksud, dan cara kerjanya sebuah serangan ARP Poisoning dan ARP Spoofing.


Pengertian
Address Resolution Protocol (ARP) ialah protokol dalam TCP/IP Protocol yang digunakan untuk melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).

Mekanisme kerjanya sendiri ialah dimana ketika komputer kita mencoba untuk mengakses komputer lain dengan menggunakan alamat IP, maka alamat IP yang dimiliki oleh computer yang dituju tersebut harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC Address agar data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi, dan setelah diproses sebelumnya oleh Network Interface Card (NIC). Hal ini dikarenakan NIC beroperasi dengan menggunakan alamat fisik daripada menggunakan alamat logis (alamat IP) untuk melakukan komunikasi data dalam suatu jaringan.


ARP Poisoning / Spoofing
Ancaman keamanan muncul ketika ada upaya manipulasi terhadap pengalamatan nomor IP dan MAC address. Maka proses ini di kenal dengan istilah ARP spoofing atau ARP poisoning.

Dengan ARP Poisoning user berkaitan dapat memanipulasi lalu lintas data dari target agar semua paket-paket data si target melalui komputernya si pelaku terlebih dahulu. Mengapa proses ini bisa terjadi? proses ini dapat terjadi Karena komputernya akan memberi tahu kepada klien (target) bahwa MAC address komputer (hardware) nya adalah MAC Adderess dari komputer server/gateway. Kemudian komputer si pelaku juga akan memberi tahu kepada komputer server/gateway bahwa MAC address dari klien target adalah MAC address dari komputer si pelaku itu sendiri. Dan serangan semacam ini disebut dengan Men-in-the-Middle (MITM).

Dalam prakteknya ini ialah mekanisme dari tools netcut atau semacamnya

Berikut seting, dan konfigurasi linux sebagai server supaya kuat terhadap netcut, dll. (Istilahnya pasang anti netcut di linuxlah)

Sistem Operasi yang di praktekan ialah karmic server (ubuntu server 9.10)
Interfaces lokal = eth0
Interfaces WAN = eth1 (bridge)
Interfaces WAN = ppp0

  • apt-get install arptables
  • Buat file path ip dan mac LAN sebanyak-banyaknya
#nano /etc/arptables

lalu isikan sebagai berikut :
#pc op
192.168.0.100 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 1
192.168.0.101 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 2
192.168.0.102 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 3
192.168.0.103 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 4
192.168.0.104 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 5
192.168.0.105 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 6
192.168.0.106 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 7
192.168.0.107 MAC_ADDRESS_NYA
#pc 8
192.168.0.108 MAC_ADDRESS_NYA
#wingpi lepi
192.168.0.109 MAC_ADDRESS_NYA
save lalu keluar dari editor
  • Buat bash script di /etc/init.d yang di namain "arptables"
# nano /etc/init.d/arptables
#!/bin/sh
PATH=/bin:/usr/bin
# Script untuk membuat linux kebal dari arp poisoning (arp spoofing)
# File: rc.arptables
# Parameter
ARPTABLES="/sbin/arptables"
ARP="/usr/sbin/arp"
# File arp table (ip & mac address pairs with space delimiter)
# 192.168.1.100 00:14:BF:CC:9F:07
FARPTABLE="/etc/arptables"
# put your LOCAL INTERFACE here
INT="eth0"
# Put your WAN INTERFACE here
WAN1="eth1"
WAN2="ppp0"
if [ ! -e $FARPTABLE ]; then echo $FARPTABLE not found; exit 0; fi
if [ ! -x $ARPTABLES ]; then echo $ARPTABLES not found; exit 0; fi
arptables_flush() {
  # Flush table
  # reset the default policies in the filter table.
  #
  $ARPTABLES -P INPUT ACCEPT
  $ARPTABLES -P OUTPUT ACCEPT
  #
  # flush all the rules in the filter
  #
  $ARPTABLES -F
  #
  # erase all chains that's not default in filter.
  #
  $ARPTABLES -X
}
case "$1" in
  start)
    echo -n "Starting arptables:"
    arptables_flush
    #
    # Filter table
    # Set policies
    #
    $ARPTABLES -A INPUT -j ACCEPT -i $WAN1
    $ARPTABLES -A INPUT -j ACCEPT -i $WAN2
    $ARPTABLES -P INPUT DROP -i $INT
    $ARPTABLES -A OUTPUT -j ACCEPT -o $WAN1
    $ARPTABLES -A OUTPUT -j ACCEPT -o $WAN2
    $ARPTABLES -P OUTPUT DROP -o $INT
    grep -v '^#' $FARPTABLE |
    while read i
    do
      IP=`echo $i|cut -f1 -d' '`
      MAC=`echo $i|cut -f2 -d' '`
      $ARPTABLES -A INPUT -s $IP --source-mac $MAC -j ACCEPT -i $INT
      $ARPTABLES -A OUTPUT -d $IP --destination-mac $MAC -j ACCEPT -o $INT
      $ARP -i $INT -s $IP $MAC
    done
    touch /tmp/ARPTABLES
    echo "."
    ;;
  stop)
    echo -n "Stopping arptables:"
    arptables_flush
    # Flush arp
    grep -v '^#' $FARPTABLE |
    while read i
    do
      IP=`echo $i|cut -f1 -d' '`
      $ARP -i $INT -d $IP
    done
    rm -f /tmp/ARPTABLES
    echo "."
    ;;
  stat)
    if [ -f /tmp/ARPTABLES ]; then
      echo "arptables is on."
      $ARPTABLES -L -n
    else
      echo "arptables is off."
      $ARPTABLES -L -n
    fi
    ;;
  *)
    echo "Usage: $0 {start|stop|stat}"
    exit 1
    ;;
esac
Save lalu keluar dari editor

  • Beri permissions supaya bisa di eksekusi
# chmod 775 /etc/init.d/arptables

Selesai

command shell
# /etc/init.d/arptables stat [status arptables]
# /etc/init.d/arptables start [status start atau on]
# /etc/init.d/arptables stop [status arptables stop atau off]

pada saat /etc/init.d/arptables start, biasanya muncul keterangan
root@sentul:~# /etc/init.d/arptables start
Starting arptables:arptables v0.0.3.3: host/network `--source-mac' not found
Try `arptables -h' or 'arptables --help' for more information.
arptables v0.0.3.3: host/network `--destination-mac' not found
Try `arptables -h' or 'arptables --help' for more information.
arp: need host name
.
root@sentul:~# /etc/init.d/arptables stat
arptables is on.
namun statusnya selang beberapa waktu kemudian norman on

Selengkapnya - Anti Netcut, dll di linux server (Arp Spoofing)

Optimalkan squid proxy server - Bag.1

Untuk meningkatkan nilai hit dan juga memaksimalkan fungsi proxy server dengan squid ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum kita mengkonfigurasinya, namun sekali lagi panduan ini masih banyak kurangnya :

Menentukan hardware
  • Pilih harddisk yang bertype SATA, karena mempunyai RPM Tinggi di banding ATA.
  • Besarkan memory (RAM) fisik, processor dalam hal ini tidak begitu berpengaruh.
Sisi administrasi
  • Torelansikan ruang cache dipakai 75 s/d 80% dari aslinya, misal ruang/partisi di patok 30 Gb maka dalam prakteknya hanya dipakai 75 s/d 80 %, jadi jika saya pakai 80% dari 30 Gb = (30/100) x 80 = 24 Gb. Ini untuk menjaga dimana partisi cache hampir penuh dan tidak membuat suatu proses memakan resource yang besar dan membuat puyeng si sitem.
  • Tentukan nilai L2 dengan rumus :
    L2= ((partisi_cache/256)/256/13) x 13
    misal ukuran partisi cache saya 30 Gb setelah hasil di kalikan 80%, maka L2 adalah :
    ((30.000.000/256) / 256) / 13) x 2 = 70,425 dan di bulatkan L2 = 70

    Setelah L2 diketahui sebaiknya kita pecah saja menjadi beberapa direktori dengan membagi hasil L2 dengan jumlah direktori cache yang akan di bentuk, misal dari nilai 70 akan di bagi ke 5 direktori cache, maka :
    cache_dir aufs /home/proxy1 6000 14 256
    cache_dir aufs /home/proxy2 6000 14 256
    cache_dir aufs /home/proxy3 6000 14 256
    cache_dir aufs /home/proxy4 6000 14 256
    cache_dir aufs /home/proxy5 6000 14 256


    **Kalau bertanya kenapa saya pecah ke 5 direktori, karena menurut logika saya supaya tiap cache yang tersimpan tidak terlalu jauh jika di akses dan di temukan. Jadi dengan makin sedikitnya nilai L2 dalam suatu direktori maka akan menaikan performance squid itu sendiri karena gampang di temukan. Namun itu menurut persepsi saya yah.

    Namun jika memang karena beberapa alasan tertentu di kalian, mungkin cara standart-nya ialah
    cache_dir aufs /home/proxy 70000 70 256
  • Ket : itu ruang cache dalam contoh di atas di mount di /home, mungkin di kalian akan berbeda jadi sesuaikan saja.
  • Setiap 1 Gb ukuran hardisk di pakaikan atau dibutuhkan 10 Mb memory fisik untuk memantaunya, jadi bayangkan saja jika semakin besar ukuran hardisk dan hal tersebut juga yang mempengaruhi kenapa dalam mesin proxy server ukuran RAM lebih di utamakan.
  • Meminimalisir pemakaian tag-tag filter, seperti filter keyword, filter url, banner filter, dan lain-lain yang membuat setiap request di filter dahulu sebelum di berikan ke klien yang merequest nya. Namun sekali itu hanya perumpamaan saja untuk tidak membuat kerja squid semakin berbelit-belit, intinya minimaliskan saja. 

Mungkin baru demikian hal-hal yang perlu di perhatikan dalam membangun proxy server dengan squid supaya lebih optimal, untuk lebih jauhnya lagi mungkin akan di bahas di lain waktu.
Selengkapnya - Optimalkan squid proxy server - Bag.1

Cara bobol billing explorer

Posting kali mungkin sedikit menyimpang dari posting sebelumnya yaitu bermain gratis di warnet tanpa masuk billing atau biasa dikenal bobol billing warnet.

Bobol billing warnet ini bukan hanya di tujukan kepada user/klien untuk jahil namun lebih kepada memotivasi lagi peran administrator warnetnya dari segi keamanan. Sebagai catatan untuk yang mau mempraktekan cara bobol billing warnet yang menggunakan aplikasi billing explorer adalah idealnya trik ini di praktekan pada warnet yang bersekat, ruangan yang berpatisi, dan dalam keadaan warnet setengah ramai atau penuh.

Analogi :

  • Seorang operator warnet 70% tidak terlalu memahami sistem komputer jaringan, terkadang ngedit word atau di excel juga mereka gelagapan.

  • Biasanya jika operator mengetahui billing servernya error mereka memanualkan billing klien dengan cara menebak-nebak harga.

  • Alesan sederhana kita jika operator menyadari ada salah satu billing yang tidak bekerja kita cukup beralasan "Pas saya main tidak ada billingnya, kirain saya emang begitu"

  • Baca situasi si operator, terkadang mereka lagi main game atau lagi sibuk ngetik.

  • Operator dan warnet biasanya mengutamakan pelayanan dan kemudahan ke konsumen.



Cara bobol Billing Warnet ini hanya untuk warnet yang memakai billing explorer, cara mengetahui warnet yang memakai billing warnet ini biasanya screenshoot billing kliennya gambar lumba-lumba dan ada embel-embel url http://billingexplorer.com.

Dalam praktek bobol billing explorer ini sama sekali tidak memakai software, hanya memanfaatkan celah keamanan billing saja dari keteredoran si adminnya. Berikut step by step bobol billing explorer :

  • Di andaikan situasi warnet dalam keadaan setengah terisi atau penuh.

  • Anda langsung duduk dan dalam keadaan akan login billing

  • Jika anda membawa flashdisk anggap anda akan mencolokan flashdisknya ke Port USB di belakang CPU dan di saat itu pula cabut kabel LAN atau kabel UTP nya, tunggu sekitar 1 menit hingga menu ADMIN di billing klien muncul.

  • Pilih menu ADMIN tadi, lalu masukan password 008

  • Setelah memasukan password diatas dan dianggap berhasil maka akan muncul lagi katalog yang menanyakan password, masukan 008 kembali lalu enter.

  • Dalam kotak dialog yang muncul kembali pilih dan masukan 008 pada opsi Exit admin client (klik pake mouse tombol EXIT CLIENT).

  • Dan akhirnya anda masuk/make komputer dengan status admin.

  • Karena tadi kabel LAN di copot otomatis komputer dalam keadaan tidak terkoneksi Internet, maka anda pura membenarkan flashdisk dan disaat bersamaan mencolokan lagi kabel UTP.

  • Selesai tahapannya. Semoga berhasil



Keberhasilan bobol Billing Explorer di tentukan dari beberapa faktor :

  • Password default Billing Client belum di ganti (tetapi dari pengalaman 80% admin warnet mengabaikannya)

  • Skill operator standart, maka kemungkinan besar di curigai, kalaupun di curigai paling cuma di pindah komputer saja.



Jika dirasa ada yang kurang dimengerti, silahkan tinggalkan komentarnya.
Selengkapnya - Cara bobol billing explorer